Malpraktik

Senin, Juli 07, 2008

"Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu" (Mat 20:25-26a)


Pernah baca Blink? Itu buku karangan Malcolm Gladwell. Bestseller internasional. Anda bisa menemukan di toko buku, di counter bestseller. Saya yakin Anda pernah membacanya sepintas (paling tidak judulnya). Banyak hal menarik (baik fakta maupun buah pikirnya sendiri) di dalamnya. Ya, ya, ya, bukankah itulah artinya bestseller internasional?


Salah satu fakta, yang saya bilang menarik tadi, yaitu penelitian kasus-kasus malpratik kedokteran di Amerika Serikat. Pertanyaan kuncinya adalah jika terjadi malpraktik apakah akan diikuti dengan tuntutan oleh pihak korban terhadap dokter bersalah? Data yang ditemukan menyajikan jawaban aneh: TIDAK!!! (Aneh karena ini Amerika Serikat, negara di mana tuntut menuntut di pengadilan itu hal biasa. Karena itu, konon katanya, jumlah lawyer berlimpah di sana).


Gugatan pengadilan terhadap malpraktik ada memang. Hanya saja gugatan yang didaftarkan itu hampir tidak ada kaitannya dengan malpraktik. Analisis terhadap berkas perkara menunjukkan ada dokter yang sangat terampil sering diperkarakan, sementara ada dokter yang sering melakukan kesalahan justru tidak pernah digugat. Dengan kata lain, jika ada gugatan maka itu bukan karena mereka telah dirugikan oleh pelayanan medik yang buruk. Pasien memerkarakan dokter karena sesuatu yang lain. Apakah sesuatu yang lain itu?


Sepele sebenarnya: cara mereka dilayani oleh sang dokter di tingkat pribadi. Simak penuturan Alice Burkin, pengacara terkemuka bidang malpraktik kedokteran, yang diwawancarai si Gladwell. "Orang cenderung tidak menuntut dokter yang mereka sukai. Selama sekian tahun dalam bisnis ini, saya tidak pernah didatangi seseorang yang berkata, 'saya suka sekali dokter ini, dan saya merasa berat melakukannya, tapi saya terpaksa menuntutnya'. Tapi yang berikut ini sungguh terjadi, yakin orang datang mengatakan ingin menggugat seorang spesialis. Dalam hal ini kami mengatakan, 'Menurut kami bukan dokter ini yang ceroboh. Dokter umum yang pertama kali memeriksa Anda-lah yang salah'. Dan klien kami ini akan berkata, 'Saya tidak peduli kalaupun ia salah. Saya suka kepadanya, dan saya tidak akan menuntutnya".


Dokter yang salah tetapi tidak pernah dituntut adalah mereka yang memberi perhatian lebih dan menghargai pasien sebagai manusia. Pokoknya mereka yang punya hati untuk pasien. Sampai di sini Gladwell melanjutkan dengan kajiannya. Sementara saya ingin menarik pelajaran berharga dari hasil penelitian ini. (Anda pun silahkan saja jika ingin mengambil maknanya).


Pelajaran apa? Kita berurusan dengan banyak orang. Itu pasti. Taruhlah di kantor. Mungkin Anda pemimpin perusahaan. Jika tidak, sekurang-kurangnya ada posisi yang lebih rendah daripada kita. Anda punya bawahan. Soalnya lalu bagaimana relasi Anda dengan mereka? Pelajaran yang bisa ditarik dari fakta malpraktik itu adalah perhatian dan penghargaan yang Anda berikan selama ini kepada mereka tidak akan berakhir sia-sia. Cinta mereka akan menyelamatkan Anda di saat-saat sulit. Itu kalau selama ini relasi jenis itulah (perhatian, penghargaan dan perlakuan sebagai manusia) yang Anda bangun. Coba, bayangkan kebalikannya! Kita tidak selalu berada di atas, bukan?


Lagi pula love don't come easily. Setuju. Karena itu mesti di"datang"kan melalui perhatian dan penghargaan.

0 komentar: