Doa Tidak Terkabul?

Jumat, Juli 18, 2008

Beberapa bulan terakhir ini saya punya jawaban ampuh nan praktis kalau orang bertanya kepada saya, "mengapa doa saya tidak dikabulkan Tuhan?". Padahal, sambungnya, bla-bla-bla.

Begini biasanya saya menjawab, "diperkirakan bahwa jumlah penduduk dunia sekarang sudah menyentuh angka 6,5 milyar, kurang lebih. Menurut laporan terakhir 17,4 % di antaranya adalah kita umat Katolik. Jika semua umat Kristen diperhitungkan persentasenya adalah 33 %. Dalam hal doa, belum pernah dilaporkan dalam sehari berapa persen dari 6,5 milyar (atau minimal dari 17,4 % atau 33 %) itu yang berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan. Yang pasti bukan hanya kita yang berdoa. Jadi kalau doa kita belum juga dikabulkan Tuhan, mungkin Dia sedang sibuk mengurusi kebutuhan orang lain yang sudah sangat mendesak. Mungkin kebutuhan kita tidaklah semendesak dia. Berbaik hatilah. Berikan kesempatan untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Siapa tahu orang lain itu anggota keluarga kita sendiri".

Biasanya juga, orang yang saya beritahu suka senyum-senyum sendiri. Mungkin maksudnya "benar juga ya, kok saya gak pernah kepikiran kayak gitu ya".

In case kalau Anda bertanya menyelidik "masa sich begitu?", saya punya jawaban berikutnya, "penjelasan yang di atas itu murni karangan saya. (Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa). Tidak ada dasarnya dalam Kitab Suci".

Kalau begitu adakah Kitab Suci menyediakan jawaban untuk pertanyaan itu? Ada. Coba buka Kitab Suci. Lihat Surat Yakobus pasal 4 ayat 3, "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu".

Maksud St. Yakobus kira-kira begini: berdoa mohon kelancaran usaha tetapi uang yang akan didapat akan dipakai untuk berjudi atau membiayai selingkuhan. Dengan kata lain, yang penting dalam berdoa bukan hanya kata-katanya dan teratur atau tidaknya kita berdoa. Tujuan dari doa kita juga penting. Kalau Tuhan mengabulkan doa kita, terus apa sesudahnya? Kalau usaha kita lancar, terus uangnya mau dipakai buat apa?

Jadi, kalau Anda berdoa dan tak kunjung dikabulkan juga, coba, periksa deh tujuannya. Bisa jadi doanya sudah bagus dan benar. Eh, niat dan tujuannya yang tidak benar.

Karena itu jangan heran kalau Tuhan lebih mendahulukan orang lain dari populasi 6,5 milyar atau 33 % itu. Hehehehe, tetep.

1 komentar:

Anonim at: 19/7/08 8:12 PM mengatakan...

saya membaca conversation with God, buku 1, dan ada pembahasan mengenai doa yg tidak terkabul. Katanya kalau kita berdoa, yang paling penting adalah mensyukuri. bersyukur karena kita hidup lebih beruntung daripada banyak orang (at least beruntung krn punya komputer lah, kalo gak, yah gak mungkin juga baca posting-an ini kan?) Lalu kita juga harus bersyukur akan segala sesuatu yg kita mungkin belum punya, tapi kita percaya suatu saat akan dikabulkan oleh Tuhan. Karena secara tidak sadar, berdoa merupakan afirmasi kepada Tuhan. Kalau berdoa, saya suka membayangkan apa yang saya doakan akan dikabulkan. Sekian sharing-an saya

PAMIT