Apa Itu Cinta (4)

Sabtu, April 16, 2011

Foto yang Anda lihat di atas terpajang di situs-situs berita yang memuat gambar-gambar bencana dahsyat di Jepang pada 11 Maret. Situs-situs itu seperti di sini dan di sini.

Namanya Yuki Sugimoto.

Selepas tsunami di Ishinomaki, ia dilanda kekhawatiran luar biasa. Taman Kanak-Kanak di mana putranya Raito, berusia 5 tahun, bersekolah, berdiri persis di jalur terjangan tsunami.

Di foto itu, ia menatap ke arah bangunan sekolah putranya.

Ketika bencana itu terjadi, ia sedang berada di luar Ishinomaki. Dengan segera ia memacu mobilnya ke Ishinomaki tetapi kondisi tidak lagi memungkinkan baginya untuk masuk ke kota itu.

Keesokan harinya bersama Harunori, suaminya, ia mencari putranya.

Sia-sia.

Tidak ada kepastian nasib putranya.

Yang ia terima adalah seliweran informasi antara "Anak-anak berhasil diselamatkan" dan "Anak-anak tersapu tsunami, tidak ada yang selamat".

Akhirnya, kepastian itu datang. Ia mendengar cerita sebenarnya.

Ada 11 anak dan 14 guru serta beberapa pegawai berada di dalam gedung sekolah ketika bencana itu terjadi.

Mereka semua mengungsi ke atas ke lantai dua begitu tsunami datang menerjang.

Akan tetapi, tsunami yang berupa gelombang lumpur hitam itu naik hingga ke lantai dua.

Beruntung, guru-guru dan staf pegawai segera menarik anak-anak ke atas atap sekolah tersebut.

Matras-matras olahraga dan kain-kain gorden dipakai untuk membungkus tubuh anak-anak agar tetap hangat.

Tiga hari setelah bencana, Sugimoto mendengar anak-anak yang selamat itu sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Anak-anak masih hidup.

Ia bergegas ke sana dan di antara anak-anak yang selamat itu ia melihat Raito putranya.

Sugimoto memeluk putranya erat-erat seperti tidak ingin melepaskannya lagi. Berulang-ulang Sugimoto menggumam, "Terima kasih banyak".

Sebulan berlalu. Sugimoto dan suaminya dan putranya kini tinggal di Osaki, kota lain di luar Ishinomaki. Mereka tinggal di rumah sewaan.

Raito selalu menempel erat ibunya.

"Waktu itu gak ada mama, kamu takut gak?" tanya Sugimoto yang dijawab Raito dengan anggukan malu-malu.

Apa itu cinta?

Sugimoto tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia dan suaminya harus memulai lagi dari awal. Tetapi itu bukan masalah, karena "Anak saya ada bersama-sama dengan saya" kata Sugimoto.

Itulah cinta.

Kebahagiaan apalagi yang diharapkan seorang ibu selain bersama buah hatinya.