Apa Itu Cinta? (3)

Rabu, April 06, 2011

Namanya Konomi.

Di biara ini, ia yang memastikan ada hidangan di atas meja makan untuk kami santap pada jam makan. Biasanya rasa makanan olahan beliau tidak mengecewakan.

Jika saya menyambanginya di dapur sehabis makan, beliau akan menatap saya lalu berpikir keras.

Saya menunggu.

Tak seberapa lama, ia menemukan apa yang hendak dikatakan.

“Apa makanannya enak?” tanyanya, dengan bahasa Indonesia yang nyaris sempurna.

Ia sedang belajar bahasa Indonesia.

Tetapi bukan hanya kepada kami makanan disiapkan.

Di pekarangan kecil di samping dapur, beliau meletakkan potongan-potongan buah di dahan-dahan bunga.

Untuk burung-burung liar yang datang dan pergi sesuka hati.

Foto yang Anda lihat di atas saya ambil ketika beliau sedang menyiapkan makanan untuk burung-burung itu

Beliau melakukannya tiap hari. Tapi saya memutuskan untuk mengabadikannya ketika salju sedang turun.

Mengapa?

Karena saya melihat cinta.

Apa itu cinta?

Perbuatan-perbuatan kecil yang dilakukan atas dasar komitmen. Dan konsistensi.

Hari baik. Hari buruk. Beliau tetap memberi makan.

Apa itu cinta?

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal di dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang ada di sorga” sabda Yesus (Luk. 6:33).

Burung-burung liar itu tidak akan pernah bisa membalas.

Tetapi salju sekalipun tidak menghalangi Konomi untuk konsisten pada komitmennya: menjadi penyambung tangan Tuhan memelihara ciptaan-Nya.

Itulah cinta.