Memanfaatkan Tuhan

Selasa, Juni 08, 2010

Sewaktu mengikuti seminar James Gwee dua minggu lalu, saya mendengar cerita yang sebetulnya tidak baru-baru amat.

Iklan seminar itu sudah mulai mengudara di salah satu stasiun radio di Manado ini beberapa bulan sebelum hari H tiba.

Tinggal beberapa hari saja sebelum hari H, pendaftar belum juga mencapai target. Panitia memutuskan untuk tetap membuka pendaftaran pada hari H, sebelum seminar dimulai.

Benar saja. ¾ calon peserta baru mendaftar di depan pintu gerbang bangunan tempat seminar berlangsung.

Salah satu peserta itu saya. Saya sudah mendengar iklan itu pada awal April (seminarnya 29 Mei). Tetapi begitulah. Ada kesenangan tersendiri bergerak di bawah tekanan deadline.

Bahwa Tuhan Mahatahu, Anda sudah tahu. Yang mungkin belum terpikirkan oleh Anda adalah DIA tahu pula sifat kita yang baru tergerak di bawah tekanan deadline. Karena DIA tahu sifat kita itu, DIA tetap berkenan menerima pernyataan tobat dan pengakuan dosa ketika kita sudah berada dalam sakratul maut.

Di bawah tekanan deadline nafas kehidupan, beberapa dari kita baru mengakukan dosa. Dan Tuhan menerimanya. Ingat, penyamun yang bertobat di kayu salib?

Mungkin kepada saya (atau Anda) DIA akan bertanya, "Ke mana aja kamu selama ini?". Mungkin juga tidak.

Kita memanfaatkan Tuhan atau Tuhan yang terlalu baik ya?