Cerita Tentang Gosip dan Sejenisnya

Rabu, Maret 11, 2009

10 Februari 09, pukul 21.00 WITA

"Ada hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan. Misalnya, jika kita membicarakan kejelekan orang lain atau menggosipkan orang lain, maka persis ketika kita tidak berada di tempat, giliran kitalah yang digosipkan".

Kita yang dimaksudkan dalam kalimat di atas adalah saya dan teman-teman se-geng yang sering berbagi cerita tentang hampir apa saja. Maka kalimatnya menjadi demikian, "Ada hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan. Misalnya, jika saya dan teman-teman se-geng membicarakan kejelekan orang lain atau menggosipkan orang lain, maka persis ketika saya tidak berada di tempat, giliran saya yang digosipkan oleh teman-teman se-geng".

"Boleh percaya, boleh juga tidak. Tapi begitulah kenyataannya".

Yang mengatakan kalimat-kalimat di atas adalah pembimbing rohani saya.

08 Maret 09, pukul 02.30 WITA

Saya merampungkan materi presentasi pelatihan kepemimpinan yang rencananya akan saya bawakan dalam rekoleksi Mudika dampingan saya keesokan harinya. Judul materi itu, Kualitas-kualitas kepemimpinan Yesus: Belajar memimpin pada Yesus. Dan salah satu kualitas penting yang harus dimiliki setiap pemimpin dan calon pemimpin adalah bisa menjaga mulutnya (a.k.a tidak gampang membicarakan kejelekan orang lain). Bayangkan, mau dibawa ke mana sebuah organisasi jika pemimpinnya suka bergosip ria tentang kekurangan mereka yang dipimpinnya.

09 Maret 09, pukul 03.30 WITA

Kami (saya dan beberapa teman Mudika) berinisiatif membangun budaya bertutur kata sopan. Ini berangkat dari keprihatinan kami akan fenomena banyak orang (termasuk kami) gampang berbicara kasar dan seenaknya dalam pergaulan harian. Ini semacam gerakan counter-culture. Kami menyebutkan Tutur Kata Halus Fan's Club.

09 Maret 09, pukul 11.10 WITA

Materi Belajar Memimpin Pada Yesus selesai dipresentasikan di hadapan 40-an peserta rekoleksi. Dua pertanyaan refleksi saya berikan sesudahnya untuk direnungkan secara pribadi dan disharingkan dalam kelompok-kelompok kecil: (1) Kualitas-kualitas mana yang sudah saya miliki? Berikan keterangan singkat; (2) Kualitas-kualitas mana yang belum saya miliki dan ingin saya miliki? Berikan keterangan singkat.

Panitia rekoleksi mengalokasikan waktu 30 menit untuk sharing kelompok. Setelah itu, semuanya berkumpul kembali dan hasil sharing dipresentasikan tiap kelompok agar saling memperkaya.

Ada delapan kelompok yang terbentuk.

09 Maret 09, pukul 12.00 WITA

Hasil sharing kelompok selesai dipresentasikan. Di luar dugaan, "mampu menjaga mulut" keluar sebagai kualitas yang terus disebut oleh setiap kelompok sebagai kualitas yang belum dimiliki dan ingin dimiliki.

09 Maret 09, pukul 15.30 WITA

Mendengar pengakuan seorang teman.

"Frater, saya takut menceritakan hal-hal pribadi (alias curhat) kepada bahkan teman-teman terdekat saya. Karena hari ini teman, besok musuh. Hari ini bisa menyimpan rahasia, besok bisa diceritakan kepada semua orang".

Ada apa dengan "That's what friends are for"?

11 Maret 09, pukul 11.40 WITA

Saya bertanya kepada diri sendiri, "Mengapa kita susah menjaga mulut?"

Belum ada jawaban.