Pilih Kebahagiaan Anjing

Sabtu, Oktober 09, 2010

"Kenapa gak beli aja satu, piara di rumah?"

Suatu malam, 3 hari yang lalu, saya dan seorang teman menikmati tingkah pola yang menggemaskan dari bermacam anjing dalam kurungan yang tegak berjejer. Melihat dia begitu antusias mengajak bermain anjing-anjing itu, pertanyaan itu meluncur dari bibir saya.

"Ntar gak ada yang perhatikan. Saya gak punya waktu buat ngurusin, frater" jawabnya.

"Saya berangkat kerja pagi, pulangnya udah malam. Siapa yang mau ngurusin?"

Saya pernah mendengar alasan seperti itu sebelumnya. Yang belum pernah saya dengar adalah kelanjutannya.

"Saya gak mau kalo orang gituin saya. Jadi, saya juga gak mau ngelakuin itu".

Teman saya, malam itu, bukan hanya mengingatkan saya tentang aturan emas: jangan melakukan apa yang Anda tidak ingin orang lain lakukan kepada Anda.

Ia, tanpa sadar, sedang mengajarkan kepada saya pelajaran penting dalam hidup: adakalanya pilihan terbaik yang harus diambil adalah melepaskan dan merelakan pergi.

P.S: Tidak setiap hari Anda bertemu dengan seseorang yang menganggap kebahagiaan seekor anjing jauh lebih penting daripada kepuasan pemiliknya. Saya bersyukur berdiri bersamanya di depan deretan kandang-kandang anjing itu.