Apa itu 'terlambat'? Lazimnya, terlambat berarti datang tidak tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Mengapa kita bisa terlambat? Macam-macam alasan. Bangun tidur kesiangan, macet, ban mobil pecah, mobil mogok, anak tiba-tiba rewel dan tak mau dibujuk, ketinggalan dompet atau handphone, mendadak ada urusan. Kalau ingat masa-masa SMA, sakit perut juga bisa dimasukan (walaupun kita sama-sama tahu sakit perut memang hanyalah 'alasan').
Semua alasan di atas bisa dimengerti dan dimaafkan. Siapa yang belum pernah mengalaminya? Tapi ini soalnya. Jika bangun tidur kesiangan, macet, ban pecah, mobil mogok, anak rewel, lupa dompet dan handphone, mendadak sibuk dan sakit perut terjadi hanya satu kali atau dua kali atau tiga kali, itu namanya terlambat. Wajar. Tetapi jika terjadi berulang kali, itu bukan lagi terlambat. Itu kebiasaan buruk.
Jika terjadi satu kali atau dua kali atau tiga kali, Anda bisa menyalahkan weker yang kurang nyaring bunyinya. Pemerintah yang tidak menanggulangi masalah kemacetan. Bedebah yang menaruh paku di jalan. Tempat servis mobil yang tidak becus. Anak yang karena dimanja jadi ngelunjak. Dompet dan handphone yang terselip entah di mana. Pembantu yang menabur terlalu banyak bumbu di makanan Anda. Tetapi jika itu terjadi berulang kali, berhentilah menyalahkan pemerintah dan lain sebagainya itu. Masalahnya bukan mereka.
Yesus bersabda, "Apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya" (Mrk. 7:20). Masalahnya ada pada hati Anda. Periksalah, ada apa sebenarnya yang sedang bergejolak di dalam hati Anda. Macet dan lain sebagainya itu hanya menguatkan saja gejolak itu.
Di Manado, ada olok-olok tentang waktu. Manado, karena berada di Indonesia bagian tengah, status waktunya WITA (Waktu Indonesia Tengah) yang berbeda satu jam dengan Jakarta yang status waktunya WIB (Waktu Indonesia Barat). Kembali ke soal olok-olok tadi. Saking seringnya acara-acara di kota ini molor waktu mulainya, WITA lalu diolok-olok menjadi Waktu Itu Terserah Anda.
Bagaimana jika virus WITA juga menyerang Anda terutama menjelang berangkat mengikuti perayaan ekaristi? Pemicunya ada di dalam hati Anda. Apa itu? Malas-kah, bosan-kah, terpaksa-kah, sekedar melaksanakan kewajiban-kah, merasa tidak memperoleh sesuatu-kah, belum bisa menghayati kehadiran Tuhan-kah, tidak cocok dengan romo-kah. Apa?
Saran saya: bicaralah dengan seseorang atau ikutlah kegiatan atau bacalah tulisan-tulisan tentang perayaan ekaristi yang membuka mata dan hati Anda. Kebiasaan buruk kok dipelihara? Gak capek ya?
Diposting oleh
Evaristus AngwarmaseJumat, Agustus 28, 2009
Apa maksud Yesus dalam perumpaan tentang lima gadis bodoh (yang tidak membawa minyak cadangan buat obornya) dan lima gadis bijaksana (yang membawa minyak cadangan) dalam Mat. 25:1-13?
Saya suka kotbah romo tadi pagi dalam perayaan ekaristi. Ia berusaha menjawab pertanyaan di atas. Penjelasannya hanya lima menit saja! Rasanya kurang dari itu. Tiba-tiba saja sudah berakhir. Tetapi sangat menggerakkan.
Begini menurut beliau.Jika Anda bisa berbuat lebih dalam hidup ini, buatlah lebih. Dan dengan maksimal. Dengan segenap hati, kemampuan, kekuatan, pikiran dan apapun yang Anda miliki. Dalam apapun yang Anda lakukan sekarang ini, buatlah lebih. Sama seperti gadis-gadis yang bijaksana yang sekalipun tidak diminta mengantisipasi apa yang terjadi kemudian dengan membawa minyak cadangan. Mereka menyiapkan diri. Mereka mengantisipasi masa depan. Mereka tidak setengah-setengah menanggapi kesempatan. Mereka memilih berbuat lebih. Dan, lihat, ganjaran yang mereka peroleh: mereka diperbolehkan masuk dalam perjamuan.
Jadilah lebih sabar. Jadilah lebih murah hati. Jadilah lebih pemaaf. Jadilah lebih mencintai biarpun terluka. Jadilah lebih rajin. Jadilah lebih fokus. Jadilah lebih disiplin. Jadilah lebih pendoa. Jadilah lebih giat bekerja. Jadilah lebih mendengarkan. Jadilah lebih mengontrol diri. Jadilah lebih pengertian. Jadilah lebih…
Anda akan memperoleh ganjaran yang setimpal. Bahkan lebih dari yang Anda harapkan.
Itu nama lengkap. Panggil saja Frater Aris. Pertama, biarawan Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC); kedua, calon imam; ketiga, fotografer amatir. Tetapi bisa dihubungi di sini: arismsc@gmail.com. Selamat menikmati. Tunggu, tunggu, terima kasih ya sudah mampir. Ok, selamat menikmati. I hope you feel at home here.