
"Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu" (Mzm. 119:60)
Suatu malam, tidak lama setelah kita memasuki masa Adven, saya makan bersama seorang kenalan baik.
Di tengah keasyikan mencomot daging ikan bakar yang gurih, ia bercerita tentang apa yang ingin dilakukannya untuk membuat masa Adven bermakna.
"Saya mau meluangkan waktu untuk mengunjungi sahabat, kenalan dan anggota keluarga yang sudah tua, sakit-sakitan dan kesepian.
Setahu saya dia manusia dengan segudang kesibukan. Maksud saya kesibukannya terang benderang. Bukan jenis kesibukan yang gak-tau-sibuk-apa-pokoknya-sibuk.
Inilah alasannya.
Suatu saat nanti, pikirnya, dia akan menjadi tua, sakit-sakitan dan kesepian juga.
Dari sini kelanjutannya sudah bisa ditebak.
"Sebelum saya mengharapkan orang lain datang mengunjungi saya, saya akan mulai mengunjungi orang lain terlebih dahulu" katanya mantap.
Kitab Suci menyebutnya sebagai hukum tabur-tuai, apa yang akan Anda tanam sekarang akan Anda tuai hasilnya di kemudian hari.
Boleh juga disebut "investasi hari tua".
Masa Adven datang dan pergi setiap tahun. Masa Adven tahun ini saja tinggal beberapa hari. Hitungan mundur telah dimulai.
Mari membuat beberapa hari tersisa ini bermakna.
Masih ingat kata-kata ibu Teresa dari Kalkuta yang saya kutip kemarin?
Yup, "Di dunia ini rasa lapar akan cinta dan perhatian lebih besar daripada rasa lapar akan roti".
Selalu ada yang bisa Anda bagikan. Pengampunan misalnya.
Seperti semua orang pada umumnya, saya selalu berdoa untuk kesehatan saya. Yahhh, kayak "semoga saya dikarunia kesehatan badan dan jiwa yang tetap….". Seperti itulah.
Dan, suatu pagi, ketika saya bangun, pergelangan kaki dan tangan saya membuat kejutan.
Di dunia ini ada dua jenis kejutan. Jenis pertama, kejutan yang benar-benar membuat Anda terkejut. Karena tidak ada tanda, bisikan, atau bocoran sebelumnya. Jenis kedua, kejutan yang memaksa Anda harus berpura-pura terkejut (agar si pemberi kejutan tidak kecewa dan jera merencanakan kejutan berikutnya).
Kejutan di pagi hari itu adalah kejutan jenis pertama.
"Pasti asam urat, frater". Begitu kata sebagian orang.
Dokter ahli penyakit dalam yang saya kunjungi kemudian membantahnya.
Setelah menulis resep obat yang harus saya minum, beliau, seperti juga dokter pada umumnya memberikan keterangan singkat dan padat tentang jangan ini dan itu dan harus begini dan begitu.
Jangan makan ini dan jangan minum itu adalah isi dari 'jangan ini dan itu'.
Olahraga teratur adalah bagian dari 'harus begini dan begitu'.
Dari pengalaman itu, saya akan mengatakan hal berikut ini dengan pasti: doa Anda minta kesehatan tidak akan berarti banyak jika tidak diikuti dengan makan dan olahraga teratur.
Percuma saja Anda meminta dalam doa tetapi tidak melakukan sesuatu.
Tuhan akan menunjukkan kepada Anda jawaban dari doa Anda. Dalam kasus saya, Tuhan menunjukkan dengan cara yang mengejutkan: pergelangan kaki dan tangan saya sakit minta ampun.
Dan ini tidak hanya berlaku untuk kesehatan.
Anda berdoa meminta kerukunan dan keharmonisan dalam rumah tangga tetapi tidak melakukan sesuatu untuk mengusahakannya, hati-hati. Tuhan akan mengizinkan 'kejutan' datang dalam hidup perkawinan Anda.
Saya tahu apa yang saya katakan barusan itu bukan lagi kejutan bagi Anda.
P.S: Kalaupun apa yang saya katakan itu kejutan, saya yakin kejutan yang Anda alami adalah kejutan jenis yang kedua. Oh, pergelangan kaki dan tangan saya baik-baik saja sekarang (emang ada yang tanya?). Oh, oh, saya sekarang bersepeda ke mana-mana (siapa tahu ada yang mau tahu olahraga saya apa).
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" (Ams. 4:23)
© 2010 recharge