Ayat Favorit Hari Ini

Rabu, Oktober 07, 2009


"Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan"

Marah-Marah Karena Pohon Jarak???

"Engkau sayang akan pohon jarak itu. Mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu?" (Yun. 4:10-11)

Mengapa Anda marah?

Nabi Yunus berada dalam perut ikan tiga hari lamanya, itu sudah di luar kepala Anda. Tetapi cerita-cerita sebelum dan sesudah kejadian itu, bisa jadi Anda buta sama sekali.

Begini. Nabi Yunus itu manusia biasa saja seperti kita. Yang menolak permintaan Allah untuk pergi ke kota Niniwe untuk mentobatkan penduduknya. Pikirnya, "Bertobat atau tidak, itu urusan mereka. Mengapa harus mencampuri urusan orang lain?" Persis seperti biasanya Anda dan saya pikirkan ketika melihat orang lain berbuat dosa dan kita tidak repot-repot untuk menegur atau membawanya pulang ke jalan yang benar.

Fast Forward. Setelah melihat Allah mengasihani penduduk Niniwe dengan membatalkan hukuman kepada mereka, Yunus marah kepada Allah. Tebak, mengapa beliau marah?

Begini ceritanya—bisa Anda baca versi lengkapnya di Kitab Yunus 4:1-11. Jadi, Tuhan menumbuhkan sebatang pohon jarak sebagai tempat berteduh beliau di kala panas menyengat. Yunus senang. Besoknya, seekor ulat menghapus kesenangan itu. Pohon jarak itu dibuatnya layu. Marahlah Yunus. Ia marah kepada pohon jarak itu dan kepada Allah. Kepada Allah, ia marah karena dua sebab: Niniwe yang seharusnya dibinasakan malah dipelihara sementara pohon jarak yang harusnya dipelihara malah dibinasakan.

Melihat itu, tanggapan Allah adalah "Engkau sayang akan pohon jarak itu. Padahal tidak sedikitpun engkau berjerih payah dan tidak pula engkau menumbuhkannya! Pohon itu tumbuh dalam satu malam dan binasa pula dalam satu malan. Nah, mana mungkin Aku tidak sayang akan kota Niniwe yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, dengan ternaknya yang begitu banyak? Padahal mereka itu tak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri!" Masuk akal. Bijaksana.

Kembali lagi, mengapa beliau marah?

Sebelumnya, pernahkah Anda marah, ngambek, kesal untuk hal-hal yang kalau dipikir-pikir ternyata hanya karena kepentingan Anda terganggu?

Itulah juga penyebab nabi Yunus marah. Kepentingannya terganggu. Egonya terusik. Kalau ego terusik dan kepentingan pribadi terganggu, kita bukan hanya akan ngambek atau kesal tetapi bisa marah dengan tingkat kemarahan yang tidak masuk akal.

Ingat itu kalau Anda akan marah hari ini. Renungkanlah itu kalau Anda sudah terlanjur marah.

Ada saatnya demi kebaikan dan keselamatan bersama, kepentingan pribadi dan ego kita harus dikorbankan. Kalau tetap mempertahankan ego, Anda akan kelihatan seperti anak kecil. Sayang 'kan?

Bekal dari Gamaliel

Kamis, Oktober 01, 2009

Kata Maria kepada malaikat itu, "Bagaimana hal itu mungkin terjadi…" (Luk. 1:34)

Atau Anda sudah pernah membacanya. Dan mendengarnya. Dan sudah lupa sama sekali.

Atau, Anda belum pernah sekalipun membacanya. Dan mendengarnya.

Apa itu?

Kisah Rasul Petrus dan Yohanes dihadapkan di depan Mahkamah Agama. Ketika para imam kepala, orang Farisi dan para ahli Taurat hendak membunuh mereka, karena Injil yang mereka wartakan, tampilah Gamaliel. Ia seorang Farisi, "seorang ahli Taurat yang dihormati seluruh orang banyak". Katanya, "Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini! Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatannya berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah"—Anda bisa membaca kisah lengkapnya di Kisah Para Rasul 5:26-42.

Apa pentingnya kata-kata Gamaliel untuk Anda?

Ini: dalam seluruh apa yang Anda lakukan, cita-citakan, impi-impikan, doakan siang dan malam dan yang sedang Anda kejar dan usahakan, ingatlah, jika semua itu sungguh berasal dari Allah, sungguh selaras dengan kehendak Allah, pasti akan terjadi.

Bahkan jika semua orang dan Anda sendiri sudah sampai pada titik di mana pertanyaan "Bagaimana hal itu mungkin terjadi?" mulai kelihatan lebih rasional.

Percaya-lah. Beriman-lah.

Peganglah kata-kata Gamaliel ini sebagai bekal memasuki bulan Rosario ini. Jika doa-doa permohonan Anda pada bulan ini sungguh selaras dengan kehendak Allah, Anda akan memetik hasilnya.

Karena itu di setiap ujung doa permohonan Anda, tambahkan kata-kata sakti Bunda Maria, "Aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu" (Luk 1:38).

Selamat memasuki Bulan Rosario. Selamat berdoa bersama Bunda Maria. Tuhan memberkati maksud baik Anda. Semoga hasil baiklah yang Anda petik.