Siapa Nama Security di Kantor Anda?

Rabu, Oktober 08, 2008 0 komentar

Pernah menemukan pertanyaan "aneh" di kertas ujian anda? (Aneh maksudnya bahan yang disiapkan apa pertanyaannya apa).

JoAnn C. Jones, seorang penulis, menceritakan kisah nyata pengalamannya sehubungan dengan ujian dan pertanyaan "aneh".

Pada bulan kedua di sekolah keperawatan, dosen saya memberikan ujian dadakan. Dulu saya adalah seorang mahasiswa yang teliti dan karena itu saya membaca cepat semua pertanyaannya, sampai saya membaca yang terakhir: Apa nama depan perempuan yang membersihkan sekolah ini?

Pasti ini hanya lelucon. Saya telah melihat perempuan itu beberapa kali. Dia tinggi, berambut hitam dan berumur lima puluhan, tapi bagaimana mungkin saya tahu namanya? Saya menyerahkan kertas jawaban saya, meninggalkan pertanyaan terakhir itu tak terjawab.

Sebelum kelas berakhir, salah seorang mahasiswa bertanya apakah pertanyaan terakhir itu akan ikut menentukan nilai. "Tentu saja", kata dosen kami itu.

"Dalam karier kalian, kalian akan bertemu dengan banyak orang. Semua orang itu penting. Mereka pantas mendapatkan perhatian dan kepedulian kalian, walaupun yang kalian lakukan hanya menyapa dan tersenyum kepada mereka."

Saya tak pernah melupakan pelajaran itu. Akhirnya saya tahu juga nama perempuan itu, Dorothy.

Berbeda dengan Joann C. Jones, suatu malam, saya pernah bercerita dengan security yang bertugas menjaga kompleks gereja Stella Maris Pluit.

"Kalo ada umat yang tanya sama saya 'pak, keluarganya gmn? Anaknya sehat-sehat?' rasanya gimana gitu. Perhatiannya kok segitu amat. Saya suka tersentuh frat. Orang kayak kita ini masih diperhatiin juga".

Glek.

Saudara-saudariku, tentu saja ada banyak tantangan untuk peduli (paling sederhana tahu namanya dan menyapanya) pada orang-orang kecil di sekitar kita. Tantangan itu bisa berupa "ngapain sih?' dari rekan kerja atau malah pasangan.

Tetaplah peduli. Karena "apa yang kau perbuat untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina, itu Kau lakukan untuk Aku".

Berbelas kasihlah. Rasanya damai banget.

Ngomong-ngomong, siapa nama security di kantor Anda?

Remember Our Saints: Santa Perawan Maria Ratu Rosario

Selasa, Oktober 07, 2008 0 komentar

Hari ini, tanggal 7 Oktober, peringatan wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Sekelumit sejarah tentangnya.

Pada tanggal 7 Oktober 1571 armada Kristen menang dalam pertempuran laut Lepanto. Sebelum pertempuran itu umat Kristen di seluruh Eropa memohon bantuan Maria dengan berdoa rosario. Sebagai ucapan syukur, Bapa Suci santo Pius V menetapkan peringatan Santa Perawan Maria ini.

Kita pada hari ini diajak untuk merenungkan peristiwa hidup Kristus dalam (peristiwa-peristiwa Rosario) dengan bantuan Maria. Maria bersatu dengan Puteranya. Ia melahirkan Yesus dan mengalami suka-duka masa muda-Nya. Ia ikut merasakan pahit getirnya penderitaan Kristus. Ia berjaya bersama Kristus yang bangkit dari alam maut. Maria akan menghantar kita kepada Kristus melalui semua peristiwa yang kita renungkan dalam doa rosario.

Doa rosario dapat menolong kita untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati seperti Maria. Apakah kita membiarkan peristiwa hidup Kristus itu mempengaruhi kelakuan kita?

(Sumber: Anggota Keluarga Allah, Kanisius, 1974)

Dari Cucian Kotor Sampai Senyum Bayi

Senin, Oktober 06, 2008 0 komentar

Seorang kenalan saya baru-baru ini menyarankan untuk membuat daftar sejumlah kejadian kecil, biasa dan sederhana dalam hidup namun mendatangkan kelegaan, kepuasan dan kebahagiaan besar.

"Untuk apa?" tanya saya. Bingung.

"Kebiasaan deh frat. Kalo belum jelas tujuannya apa, tanya mulu. Buat aja dulu, ntar tahu," katanya membalas. Setengah kesal.

Tidak menjawab pertanyaan.

"Ok".

Saya menepatinya. Selama masa liburan saya menyisihkan waktu untuk memikirkan, tepatnya mengingat-ingat, kejadian apa saja yang dimaksudkannya. Tidak mudah, pada awalnya. Karena ada begitu banyak hal biasa yang terlewatkan begitu saja. Setiap hari. Tetapi perlahan-lahan, satu demi satu, saya menemukannya.

Ini dia daftarnya:

* Selesai mencuci pakaian kotor setumpuk besar (jangan salah tidak pakai mesin cuci)

* Melihat Lala (anjing kami yang menggemaskan, berbulu putih, berusia 2 bulan) menggonggongi kaki saya dengan penuh curiga sambil melompat ke sana kemari

* Menerima pesan pendek yang bunyinya: friendship is like a wine. It gets better when it gets older. Like me and you. I'm getting better and you're getting older…

* Bangun pagi dan ingat menu siang itu mujair goreng dan lalapan plus sambal terasi pedas

* Melihat sunset yang sempurna

* Nonton serial Boston Legal

* Makan pecel lele plus es teh manis

* Ngobrol ngalor-ngidul gak jelas ama teman dekat sampai lupa waktu

* Selesai mengerjakan tugas-tugas kuliah

* Mendengarkan lagu-lagu Jim Croce dan Alicia Keys

* Selesai menulis artikel sederhana dan biasa tapi rasanya akan membuat orang terinspirasi

* Mendengarkan lagu baru untuk pertama kalinya tapi langsung suka

* Mengkhayal

* Sembuh dari flu

* Orang tertawa mendengar lelucon saya

* Melihat bayi tersenyum

P.S. Sejak menyusun daftar di atas, saya mulai terbiasa untuk mencatat kejadian-kejadian kecil yang membahagiakan. Hasilnya: saya lebih aware dengan apa yang terjadi dalam hidup saya (ini menjawab "untuk apa?" yang di atas). Saran: susunlah daftar Anda sendiri. Menyenangkan rasanya mengetahui bahwa kebahagiaan juga datang dari kejadian-kejadian sederhana dan biasa. Tuhan memang maha baik. Syukurlah.